Puisi Fauzan

Cobalah Sekali Lagi

Coba dengarkan apa yang ada dalam hatiku
Bisakah kau bahagiakanku
Mampukah kau buatku tersenyum
Cobalah kau pahami hidup

Sumber dari segala kehidupan
Dasar dari segala kecintaan
Itukah yang kau temukan

Cobalah sekali lagi
Benarkah yang kau temui
Dalam dasar hati nurani

Adakah kebahagiaan tersirat
Yang tak cukup hanya kau lihat
Jika tanpa kau berbuat

Cobalah kau buka mata hati
Untuk sedikit lebih peduli
Dasar dari segala kecintaan
Itukah yang kau temukan
Sesungguhnya aku dan mereka punya mimpi

Lebih Indah dari Sebuah Syair

Kata ini bukanlah kata-kata gombal
Kata dusta dari para binatang jalang
Kata ini teramat suci bagi para pecinta sejati
Yang ‘kan terjaga hingga ia mati

Tiada yang paling menyakitkan
Ketika merpati putih terbang
Beribu tanyapun datang
Apakah dia ‘kan kembali
Hingga terciptalah kata-kata suci nan indah
Ketika merpati putih telah pergi
Kata harap…
Kata doa…
Untaiannya mengalun indah di taman dzikir
Terucap lirih dalam doa kelamnya malam

Kata-kata itu bukanlah hiasan
Karena lebih indah dari sebuah syair
Senandungnya indah terdengar merdu
Kata apa yang ada dalam hati setiap insan
Yang selalu mencari cinta sejati
Yang selalu setia tuk menjaga

Kupu-Kupu yang Tuhan Cipta Untukku

Sinarmu terangi dunia
Kupandangi indahmu dari kejauhan
Kurasakan getaran dalam dada
Sungguh indah kau diciptakan

Inginku selalu bersamamu
Berdua jalani hidup
Engkau mawar berduri
Inginku kau selalu hadir di taman cintaku
Inginku kau hiasi syurga cintaku

Warna-warni sayapmu indah
Kau kupu-kupu yang Tuhan cipta untukku

Tuhan…
Bilakah dia Kau ciptakan untukku
Janganlah rasa cintaku dan cintanya berkurang pada-Mu
Naungilah kami dengan rasa cinta penuh penghambaan

Untukmu yang Terkasih

Andai aku tahu semua
Apa yang ada dalam isi hatimu
Semua keluh kesahmu
Tentang aku anakmu

Tak pernah aku bisa
Dan tak akan pernah aku bisa
Membayar semua jasamu
Membalas semua pengorbananmu

Sembilan bulan aku dalam kandunganmu
Kasih dan sayang kau beri padaku
Dalam nyanyian senandung cinta
Kau timang aku dan tidurkanku

Berdosa aku padamu
Namun maafmu lebih luas untukku
Senyummu penawar rinduku
Nasehatmu penyembuh lukaku

Ibu…
Kini aku merasa rindu pelukanmu, dekapanmu
dan hangatnya cinta yang kau beri tiad henti
Ibu…
Maafkan anakmu yang selalu membuatmu bersedih atas sikapku
Tuhan…
Inginku berikan kebahagiaan untuk dia yang terkasih
Tuhan…
Ijinkan aku melihat dia tersenyum bahagia atas aku anaknya

Tak Ingin Lagi Terluka Karena Cinta Biasa

Berbunga-bungalah hati yang dilanda asmara
Ketika cintaku dia terima aku bahagia
Dalam hati ku ikrarkan kesetiaan
Karena dalam keyakinan dialah yang kucinta

Setelah kusadari semua yang terjadi
Ku keliru pada apa yang ku cinta
Dia tak sepenuh hati mencintai
Kasih sayangnya terhempas masa
Tergerus gelombang ombak ketidak setiaan

Kini tak ingin lagi aku terluka
Terluka karena cinta biasa yang t’lah binasa
Dan…
Kini ku coba tuk mencintai
Dia yang Mahacinta yang tak pernah tinggalkanku
Walau sedetik tak pernah lepas dari naungan cintaNya

Berbunga Pada Waktunya

Penantian yang kini kurasa
Tak mudah kubersabar menahan kerinduan
Untuk berjumpa dengan sang kekasih
Yang jauh setinggi sang mentari

Kuharap penantianku berakhir bahagia
Saat dimana kita dipersatukan
Hanya berdua kita lewati hari-hari
Dipenuhi harum bunga taman zikir

Kecintaan ini kuharap tak pernah akan sirna
Dikala ku merasa menderita dalam penantian
Kuharap cinta itu akan datang
Kuharap cintaku berbunga pada waktuya
Mekar dalam ridha taman cintaNya

3D (Diriku Dirimu Dirinya)

Sejenak ku coba untuk melupakan
Diriku dirimu dirinya
Cintaku padamu cintamu padanya
Tak akan hilang mungkin untuk selamanya

Cintaku yang seutuhnya untukmu
Cintamu untuknya tak pernah kau hapus
Walau berat hati ini
Akan ku coba sejenak untuk melupakan

Wahai cinta mengapa terus bersemayam
Ku ingin kau pergi dariku cinta
Hingga aku tak akan lagi merasakan
Cinta yang indah namun menyakitkan

Arti Kerinduan

Lembut mempesona angin berhembus
Dalam lubuk hati kumerasa cinta telah tumbuh
Senyuman sesejuk sebening embun pagi
Dia tawarkan dalam dahaga hati
Kini kumengerti arti kerinduanku

Adakah yang kurasakan kini tak akan berakhir
Sementara siang berganti malam
Apakah yang terjadi kini sebuah kenyataan
Sedangkan fatamorgana ‘kan hilang

Bilakah siang berganti malam
Utuslah rembulan untuk temaniku
Hingga mentari pagi kan menyapa
Penuhi janji aku yang merindu

Pengharapan

Rabb…
Besar cintaku padanya
Jangan membuat berkurang cintaku pada-Mu
Aku takut jika harus kehilangan cintanya
Tapi aku lebih takut jika hilangnya cintaku pada-Mu
Dan hilangnya cinta-Mu padaku

Sungguh berat yang kurasakan
Kusadar rasa ini sungguh tak dapat kuhilangkan
Sebuah rasa yang tulus Kau berikan pada setiap insan

Rabb…
Jika dia Kau takdirkan untukku
Ku tak mau rasa cintaku pada-Mu berkurang
Jika dia Kau takdirkan untukku
Izinkan aku untuk selalu menjaga kesucian cinta
Hingga dia menjadi halal bagiku

Ingin aku menatap wajahnya
Tapi aku juga ingin menatap keMahaindahan-Mu
Ingin aku selalu merasakan kasih sayangnya
Tapi aku juga ingin selalu merasakan Mahakasih sayang-Mu

Rabb…
Tetapkan cintaku padanya
Seperti cintaku pada-Mu yang tak pernah akan sirna
Jadikan dia bidadariku
Hanya dia dan bukan yang lain

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s