Makalah Perkembangan Fisik dan Intelektual Remaja

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, Selawat serta salam semoga dilimphakan kepada Rasulullah SAW. Penulis bersyukur kepada Illahi Rabbi yang telah memberikan hidayah serta taufik-Nya kepada penulis sehingga makalah yang berjudul Perkembangan Fisik dan Intelektual Remaja dapat terselesaikan.
Makalah ini kami sampaikan kepada dosen mata kuliah Perkembangan Peserta Didik sebagai salah satu tugas mata kuliah tersebut. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu yang telah berjasa menganugerahkan ilmu kepada penulis.
Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik konstruktif demi kesempurnaan makalah kami selanjutnya.

Bandung, Maret 2009

Penulis

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan individu berlangsung secara terus menerus dan tidak dapat diulang kembali. Fase remaja merupakan masa perkembangan individu yang sangat penting. Pada fase puber atau masa permulaan remaja adalah suatu masa saat perkembangan fisik dan intelektual berkembang sangat cepat, pertengahan masa remaja adalah masa yang lebih stabil untuk menyesuaikan diri dan berinteraksi dengan perubahan permulaan remaja.
Harold Alberty (1957) mengemukakan bahwa masa remaja merupakan suatu periode dalam perkembangan yang dijalani seseorang terbentang sejak berakhirnya masa kanak-kanak sampai dengan awal masa dewasa. Conger berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa yang amat kritis yang mungkin dapat dikatakan the best of time and the worst of time.
Masa remaja ditandai dengan adanya berbagai perubahan, baik secara fisik maupun intelektual. Perkembangan fisik remaja mulai nampak terutama pada bagian organ-organ seksualnya secara fisik, pada masa remaja pula mulai pembentukan hormon-hormon seksual sudah mulai terbentuk sehingga perilaku atau tingkah lakunya banyak dipengaruhi oleh hormon tersebut. Pada masa remaja ditandai pula dengan perkembangan kemampuan intelektual yang pesat
Masa remaja yang ditandai dengan adanya berbagai perubahan tersebut, mungkin saja dapat menimbulkan problema tertentu bagi remaja, apabila tidak disertai dengan upaya pemahaman diri dan pengarahan diri secara tepat, bahkan dapat menjurus pada berbagai tindakan kenakalan remaja hingga kriminal. Maka bimbingan terhadap anak pada usia remaja sangatlah dibutuhkan agar mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkatan perkembangannya. Agar dapat memberikan bimbingan kepada remaja hendaknya mengetahui perkembangan fisik dan intelektual remaja.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka permasalahan “Perkembangan Fisik dan Intelaktual Remaja” dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Apa definisi remaja ?
2. Bagaimana tahapan-tahapan perkembangan fisik dan intelektual remaja ?
3. Faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan fisik dan intelektual remaja ?
4. Apa relevansinya perkembangan fisik dan intelektual remaja ?

BAB II PEMBAHASAN
A. Definisi Remaja
Dalam berbagai buku psikologi terdapat perbedaan pendapat tentang remaja, namun pada intinya mempunyai pengertian yang hampir sama. Istilah yang digunakan untuk menyebutkan masa peralihan masa kanak-kanak dengan dewasa, ada yang menggunakan istilah puberty (Inggris), puberteit (Belanda), pubertasi (Latin), yang berarti kedewasaan yang dilandasi sifat dan tanda-tanda kelaki-lakian dan keperempuanan. Ada pula yang menyebutkan istilah adulescento (Latin) yaitu masa muda. Istilah pubercense yang berasal dari kat pubis yang dimaksud pubishair adalah mulai tumbuhnya rambut disekitar kemaluan.
Istilah yang digunakan di Indonesia para ahli psikologi juga bermacam-macam pendapat tentang definisi remaja. Disini dapat diajukan batasan remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak dengan dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/fungsi untuk memasuki masa dewasa.
Menurut Sartilo (1991), tidak ada profile remaja di Indonesia yang seragam dan berlaku secara nasional. Masalahnya adalah karena Indonesia terdiri dari berbagi suku, adat dan tingkat sosial-ekonomi, maupun pendidikan. Sebagai pedoman umum remaja di Indonesia dapat digunakan batasan usia 11-24 tahun dan belum menikah. Batasan usia 11-24 tahun tersebut didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
1. Usia 11-24 tahun adalah usia dimana pada umumnya tanda-tanda seksual sekunder mulai tampak. (kriteria fisik).
2. Usia 11 tahun dianggap oleh masyarakat Indonesia sebagai masa akil balig, baik menurut adat maupun agama, sehingga mereka tidak diperlakukan sebagai anak-anak. (kriteria sosial).
3. Pada usia tersebut mulai ada tanda-tanda penyempurnaan perkembangan jiwa seperti tercapai identitas (ego idenmtity), tercapainya fase genital dari perkembangan kognitif maupun moral.
4. Batas usia 24 tahun merupakan batas maksimal, yaitu untuk memberikan peluang bagi mereka sampai pada usia tersebut masih menggantungkan diri pada orang lain, belum mempunyai hak-hak penuh sebagai orang dewasa. (secara tradisi).
5. Status perkawinan sangat menentukan, karena arti perkawinan masih sangat penting di masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Seorang sudah menikah di usia berapapun dianggap dan diperlakukan sebagi orang dewasa.
Remaja menurut WHO adalah suatu masa pertumbuhan dan perkembangan dimana :
1. Individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual.
2. Individu mengalami perkembangan psikologi dan pola identifikasi dari kanak menjadi dewasa.
3. terjadi peralihan dari ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif lebih mandiri.
Sedangkan WHO memberikan batasan usia remaja 19-20 tahun. WHO menyatakan walaupun definisi remaja utamanya didasarkan pada usia kesuburan (fertilas) wanita, namun batasan itu juga berlaku pad remaja pria, dan WHO membagi kurun usia dalam dua bagian yaitu remaja awal 10-14 tahun dan remaja akhir 15-20 tahun.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sendiri menetapkan usia 15-24 tahun sebagai usia pemuda (youth) dalam rangka keputusan mereka untuk menetapkan tahun 1985 sebagai Tahun Pemuda Internasional. Di Indonesia, batasan remaja yang mendekati batasan PBB tentang pemuda adalah kurun usia 14-24 tahun yang dikemukakan dan digunakan dalam Sensus Penduuduk 1980.
B. Tahapan-Tahapan Perkembangan Fisik dan Intelektual Remaja
Dalam perkembangan terjadi penahapan yang terbagi-bagi ke dalam masa-masa perkembangan. Pada setiap masa perkembangan terdapat ciri-ciri yang berbeda antara ciri-ciri yang ada pada suatu masa perkembangan dengan ciri-ciri yang ada pada masa perkembangan yang lain. Berikut adalah perkembangan pada tahap remaja.
1. Tahapan Perubahan Fisik Remaja
Pertumbuhan fisik adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja.
Dengan berkurangnya perubahan fisik kecanggungan pada masa puber dan awal masa remaja pada umumnya menghilang, karena remaja yang lebih besar sudah mempunyai waktu tertentu untuk mengawasi tubuhnya yang bertambah besar. Mereka juga terdorong untuk menggunakan kekuatan yang diperoleh dan selanjutnya merupakan bantuan untuk mengatasi kecanggungan yang timbul kemudian.
Karena kekuatan mengikuti pertumbuhan otot, anak laki-laki pada umumnya menunjukkan kekuatan yang terbesar pada usia 14 tahun, sedamngkan anak perempuan menunjukkan kemajuan pada usia ini dan kemudian ditinggalkan karena perubahan minat lebih dari pada kurangnya kemampuan.
Perubahan fisik selama masa remaja dibagi menjadi beberapa tahap ;
1). Perubahan Eksternal
Perubahan yang terjadi dan dapat dilihat pada fisik luar anak. Perubahan tersebut ialah :
a. Tinggi Badan
Perubahan tinggi badan remaja dipengaruhi asupan makanan yang diberikan, pada anak yang diberikan imunisasi pada masa bayi cenderung lebih tinggi dari pada anak yang tidak mendapatkan imunisasi karena lebih sering menderita sakit sehingga pertumbuhannya terhambat.
b. Berat Badan
Perubahan berat badan mengikuti jadwal yang sama dengan pertumbuhan tinggi badan, pertumbuhan berat badan terjadi akibat penyebaran lemak pada bagian tubuh yang hanya mengandung atau bahkan tidak mengandung lemak.
c. Proporsi Tubuh
Bebagai anggota tubuh lambat laun, mencapai perbandingan tubuh yang baik.
d. Organ Seks
Baik laki-laki maupun perempuan organ seks mengalami ukuran matang pada akhir masa remaja, tetapi fungsinya belum matang sampai beberapa tahun kemudian.
e. Ciri-ciri Seks Sekunder
Ciri-ciri seks sekunder yang utama, perkembangannya matang pada waktu akhir masa remaja. Ciri sekunder antara lain ditandai dengan tum,buhnya kumis dan jakun pada laki-laki, dan membesarnya payudara pada perempuan.
2. Perubahan Internal
Perubahan yang terjadi dalam organ dalam tubuh remaja dan tidak tampak dari luar. Perubahan ini nantinya sangat mempengaruhi kepribadian remaja. Perubahan tersebut adalah :
a. Sistem pencernaan
Perut menjadi lebih panjang dan tidak lagi terlampau berbentuk pipa, usus bertambah panjang dan bertambah besar, otot-otot perut dan diding usus menjadi lebih tebal dan kuat, hati bertambah berat dan kerongkongan bertambah panjang.
b. Sistem peredaran darah
Jantung tumbuh pesat selama masa remaja, pada usia tujuh belas atau delapan belas, beratnya dua belas kali lebih berat pada waktu lahir. Panjang dan tebal dinding pembuluh darah meningkat dan mencapai tingkat kematangan bilamana jantung sudah matang.
c. Sistem pernafasan
Kapasitas paru-paru anak perempuan hampir matang pada usia tujuh belas tahun ; anak laki-laki mencapai tingkat kematangan baru pada beberapa tahun kemudian.
d. Sistem endokrin
Kegiatan gonad yang meningkat pada masa puber menyebabkan ketiodak seimbangan sementara dari seluruh sistem endokrin pada masa awal puber. Kelenjar-kelenjar seks berkembang pesat dan berfungsi, meskipun belum mencapai ukuran yang matang sampai akhir masa remaja atau awal masa dewasa.
e. Jaringan tubuh
Perkembangan kerangka berhenti rata-rata pada usia delapan belas tahun. Jaringan selain tulang, khususnya bagi perkembangan otot, terus berkembang sampai tulang mencapai ukuran yang matang.

3. Tahapan Perkembangan Intelektual Remaja
Menurut Englis & Englis dalam bukunya “A Comprehensive Dictionary of Psychological and Psychoanalitical Terms”, istilah intellect berarti antara lain :
1. Kekuatan mental di mana manusia dapat berpikir
2. Suatu rumpun nama untuk proses kognitif, terutama untuk aktivitas yang berkenaan dengan berpikir
3. Kecakapan, terutama kecakapan yang tinggi untuk berpikir
Menurut kamus Webster New World Dictionary of the American Language, istilah intellect berarti :
1. Kecakapan untuk berpikir, mengamati atau mengerti ; kecakapan untuk mengamati hubungan-hubungan, perbedaan-perbedaan, dan sebagainya
2. Kecakapan mental yang besar, sangat intellegence
3. Pikiran atau intellegence
Menurut Erikson, perkembangan cara berpikir yang bersifat rasional, sistematik dan eksploratif mulai berkembang pada tahap remaja awal. Kecenderungan berpikir mereka mulai terarah pada hal-hal yang bersifat hipotesis, pada masa selanjutnya, mulai berpikir pada hal-hal yang bersifat abstrak, dan kemampuan mengolah informasi dari lingkungan sudah semakin berkembang.
Pada tahap remaja, individu dihadapkan pada temuan, siapa mereka?, Bagaimana mereka nantinya? dan kemana tujuan mereka?. Penjajakan pilihan-pilihan alternatif terhadap peran karir merupakan hal yang penting. Pada tahap ini juga mereka memiliki kemampuan mengkoordinasikan baik secara serentak atau berurutan 2 ragam kemampuan kognitif.
1. Kapsitas menggunakan hipotesis
2. Kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak, logis dan idealistik (berpikir tentang pemikiran itu sendiri
Menurut Piaget, seorang remaja termotivasi untuk memahami dunia karena adaptasi secara biologis mereka. Menurut pandangannya, remaja secara aktif membangun dunia kognitif mereka, dimana informasi yang didapatkan tidak langsung diterima begitu saja kedalam skema kognitif mereka. Kemudian Piaget mengemukakan bahwa pada masa remaja terjadi kognitif, yaitu interaksi dari struktur otak yang telah sempurna dan lingkungan sosial yang semakin luas untuk eksperimentasi memungkinkan remaja untuk berpikir abstrak, Piaget menyebut tahap perkembangan kognitif ini sebagai tahap operasi formal.
Dengan mencapai tahap operasi formal remaja dapat berpikir dengan fleksibel dan kompleks. Seorang remaja mampu menemukan alternatif jawaban atau penjelasan tentang suatu hal.
Pada tahap ini, remaja sudah mulai mampu berspekulasi tentang sesuatu, dimana mereka sudah mulai membayangkan suatu yang diinginkan di masa depan. Namun ada salah satu bagian perkembangan intelktual yang belum sepenuhnya ditinggalkan oleh remaj adalah kecenderungan cara berpikir egosentrisme, yaitu ketidakmampuan melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain, atau dikenal pula dengan istilah personal fabel. Personal fabel biasanya berisi keyakinan bahwa diri seseorang adalah unik dan memiliki karakteristik khusus yang hebat, yang diyakini benar tanpa menyadari sudut pandang orang lain dan fakta sebenarnya.
C. Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Fisik dan Intelektual Remaja
1. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik
a. Keluarga
Meliputi faktor keturunan maupun faktor lingkungan.
b. Gizi
Remaja yang memperoleh gizi yang cukup biasanya akan lebih tinggi tubuhnya dan sedikit lebih cepat mencapai taraf remaja dibandingkan dengan mereka yang kurang mendapatkan asupan gizi.
c. Gangguan Emosional
Remaja yang terlalu sering mengalami gangguan emosional akan menyebabkan terbentuknya steroid adrenal yang berlebihan, dan ini akan membawa akibat berkurangnya pembentukan hormon pertumbuhan kelenjar pituitari.
d. Jenis Kelamin
Remaja laki-laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat daripada remaj perempuan.
e. Satatus Sosial Ekonomi
Remaja yang berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah cenderung lebih kecil daripada anak yang berasal dari keluarga yang status sosial-ekonominya tinggi.
f. Kesehatan
Remaja yang sehat dan jarang sakit, biasanya akan memiliki tubuh yang lebih berat daripada anak yang sering sakit.
g. Pengaruh Bentuk Tubuh
Bangun/ bentuk tubuh, apakah mesamorf, ektomorf, atau endomorf, akan mempengaruhi besar kecilnya tubuh anak.
2. Faktor yang mempengaruhi Perkembangan Intelaktual
Menurut Andi Mappiare hal-hal yang mempengaruhi perkembangan intelektual itu antara lain :
a. Bertambahnya informasi yang disimpan (dalam otak) seseorang sehingga ia mampu berfikir reflektif.
b. Banyaknya pengalaman dan latihan-latihan memecahkan masalah sehingga seseorang dapat berpikir proporsional.
c. Adanya kebebasan berpikir, menimbulkan keberanian seseorang dalam menyusun hipotesis-hipotesis radikal, kebebasan menjejaki masalah secara keseluruhan, dan menunjang keberanian anak memecahkan masalah dan menarik kesimpulan yang baru dan benar.
Tiga kondisi diatas sesuai dengan dasar-dasar teori Piaget mengenai perkembangan intelegensi, yakni :
a. Fungsi intelegensi termasuk proses adaptasi yang bersifat biologis
b. Bertambahnyausia menyebabkan berkemabnganya struktur intelegensi baru, sehingga pengaruh pula terhadap terjadinya perubahan kualitatif.
Intektual mengalamai perkembangan sehingga terdapat perbedaan intelekatual seseorang dengan yang lainnya. Adapun faktor yang mempengaruhi perkembangan intelektual adalah :
a. Pembawaan
Pembawaan ditentukan oleh sifat-sifat dan ciri-ciri yang dibawa sejak lahir “Batas kesanggupan kita” yakni dapat tidaknya kita memcahkan soal.
b. Kematangan
Tiap-tiap orang dalam tubuh mengalami pertumbuhan dan perkembangan, tiap orang baik fisik maupun psikis masing-masing dapat dikatakan matang jika ia telah mencapai kesanggupan menjalankan fungsi masing-masing.
c. Pembentukan
Segala keadaan didalam diri seseorang yang mengalami perkembanganintelenjensi.
d. Minat dan Pembawaan yang Khas
Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu. Dalam diri manusia terdapat dorongan-dorongan untuk berinteraksi dengan dunia luar.
e. Kebebasan
Manusioa dapat meilih metode-metode tertentu dalam memecahkan masalah-masalahnya.
D. Relevansi Perkembangan Fisik dan Intelektual Remaja

BAB III PENUTUP

Simpulan
Menurut Sartilo (1991), tidak ada profile remaja di Indonesia yang seragam dan berlaku secara nasional. Masalahnya adalah karena Indonesia terdiri dari berbagi suku, adat dan tingkat sosial-ekonomi, maupun pendidikan. Sebagai pedoman umum remaja di Indonesia dapat digunakan batasan usia 11-24 tahun dan belum menikah.
Dalam perkembangan terjadi penahapan yang terbagi-bagi ke dalam masa-masa perkembangan. Pada setiap masa perkembangan terdapat ciri-ciri yang berbeda antara ciri-ciri yang ada pada suatu masa perkembangan dengan ciri-ciri yang ada pada masa perkembangan yang lain.
1. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik
a. Keluarga
Meliputi faktor keturunan maupun faktor lingkungan.
b. Gizi
Remaja yang memperoleh gizi yang cukup biasanya akan lebih tinggi tubuhnya dan sedikit lebih cepat mencapai taraf remaja dibandingkan dengan mereka yang kurang mendapatkan asupan gizi.
c. Gangguan Emosional
Remaja yang terlalu sering mengalami gangguan emosional akan menyebabkan terbentuknya steroid adrenal yang berlebihan, dan ini akan membawa akibat berkurangnya pembentukan hormon pertumbuhan kelenjar pituitari.
d. Jenis Kelamin
Remaja laki-laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat daripada remaj perempuan.
e. Satatus Sosial Ekonomi
Remaja yang berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah cenderung lebih kecil daripada anak yang berasal dari keluarga yang status sosial-ekonominya tinggi.
f. Kesehatan
Remaja yang sehat dan jarang sakit, biasanya akan memiliki tubuh yang lebih berat daripada anak yang sering sakit.
g. Pengaruh Bentuk Tubuh
Bangun/ bentuk tubuh, apakah mesamorf, ektomorf, atau endomorf, akan mempengaruhi besar kecilnya tubuh anak.
3. Faktor yang mempengaruhi Perkembangan Intelaktual
a. Pembawaan
Pembawaan ditentukan oleh sifat-sifat dan ciri-ciri yang dibawa sejak lahir “Batas kesanggupan kita” yakni dapat tidaknya kita memcahkan soal.
b. Kematangan
Tiap-tiap orang dalam tubuh mengalami pertumbuhan dan perkembangan, tiap orang baik fisik maupun psikis masing-masing dapat dikatakan matang jika ia telah mencapai kesanggupan menjalankan fungsi masing-masing.
c. Pembentukan
Segala keadaan didalam diri seseorang yang mengalami perkembanganintelenjensi.
d. Minat dan Pembawaan yang Khas
Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu. Dalam diri manusia terdapat dorongan-dorongan untuk berinteraksi dengan dunia luar.
e. Kebebasan
Manusioa dapat meilih metode-metode tertentu dalam memecahkan masalah-masalahnya.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s